JJ Royal Coffee

Mandailing, Sumatera Utara Kota Sejuta Rasa

Fri, 17 Apr 2015

Orang Mandailing gemar menciptakan aneka makanan yang menarik dan enak rasanya, tentunya makanan tersebut adalah makanan khas Mandailing. Setiap makanan tentu memiliki perbedaan bentuk, tampilan, rasa dan kemasan dengan daerah atau etnis lain. Ikan sale, daun ubi tumbuk, sambal udang kecepe adalah beberapa di antara makanan khas yang terkenal di Mandailing. Bagi perantau, menyebutkan nama makanan ini saja, membangkitkan selera. Untuk makanan jajanan (kudapan) yang terkenal disana adalah lemang, toge Panyabungan, pakkat, anyang pakis, kipang pulut dan alame (dodol). Selain makanan khasnya, Mandailing juga terkenal akan hasil produksi kopinya. Melihat dari sejarah, Belanda telah menjejakkan kaki dan membawa kopi ke wilayah Mandailing, Sumatera Utara sejak tahun 1699. Menurut buku ‘All About Coffee’ karya William H. Ukers (New York, 1922), kopi Mandailing merupakan salah satu kopi terbaik dunia dan memiliki harga tertinggi di pasar internasional. Dalam proses produksinya, Wilayah Pakantan menjadi pusat penanaman dan pengembangan kopi (Arabika) di Mandailing. Tercatat bahwan pada tahun 1848, terdapat sebanyak 2.800.000 pohon kopi yang sebagian sudah menghasilkan. Sayangnya era keemasan kopi Mandailing yang dikenal dunia mulai 1878 seolah meredup. Saat ini sekitar 50 Ha perkebunan kopi rakyat mulai dikembangkan kembali di wilayah Simpang Banyak, Ulu Pungkut (Desa Langgamtama). Sementara di dekatnya sebuah perusahaan Australia mengelola sekitar 150 Ha kopi Arabika. Sebelum Perang Dunia ke-2 kopi yang dihasilkan dari Pakantan dan Ulu Pungkut diekspor ke Eropa dan Amerika, yang kemudian dikenal sebagai Mandheling Coffee. Saat ini Mandheling Coffee masih beredar dan dijual di Indonesia dan di luar negeri, baik dalam bentuk bubuk maupun biji. JJ Royal Mandheling Coffee JJ Royal Coffee melalui proses research dan development yang tinggi, juga memproduksi kopi yang berasal dari Mandailing. JJ Royal Mandheling Coffee hanya menggunakan biji kopi premium grade 1 dari suku Mandailing di pegunungan Sumatera Utara dengan tingkat penyangraian hingga medium to dark. JJ Royal Mandheling Coffee memiliki aroma cokelat yang harum dan lembut, rasa dark chocolate yang pas di lidah, serta keasaman dan kekentalan yang pas, sehingga meninggalkan kesan rasa yang lama dan sempurna. JJ Royal Mandheling Coffee, yang namanya disesuaikan dengan suku Mandailing di Sumatera Utara dan dipopulerkan orang Belanda sejak awal abad 20 ini, sudah masuk sebagai kopi kategori Specialty Grade 1 yang memiliki kualitas tertinggi. Keistimewaan dari produk Kopi Specialty Grade 1 adalah terbuat dari 100 persen biji kopi murni tanpa menggunakan bahan tambahan lainnya. Kopi digiling secara utuh lalu di-roasting dengan tingkat medium to dark roast, sehingga menghasilkan tingkat pencapaian rasa yang sempurna. Jika kita menyebut kopi spesialti, secara tidak langsung menunjuk kopi spesies arabika berkualitas premium. Istilah kopi spesialti (specialty coffee) pertama kali digunakan Erna Knutsen di Tea & Coffee Trade Journal pada 1978. Ia menggunakan istilah 'specialty coffee' untuk merujuk pada keunikan rasa dari biji kopi yang diproduksi pada iklim dan wilayah tertentu. Specialty coffee adalah sebutan yang umum dipakai untuk menyebut kopi 'gourmet' atau 'premium'. Menurut Specialty Coffee Association of America (SCAA), kopi bernilai 80 atau lebih pada skala 100 poin dianggap 'spesial'. Kopi spesial tumbuh di iklim istimewa dan ideal, serta berbeda karena rasanya yang lengkap. Rasa yang unik ini adalah hasil dari karakteristik dan komposisi tanah tempat kopi-kopi tersebut ditanam. Kopi spesial adalah segmen industri kopi yang paling cepat pertumbuhannya. Di Amerika Serikat, kopi spesial berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 1 menjadi 20 persen dalam 25 tahun terakhir. (san/R-1)